Kisah seorang sahabatku , maaf jika aku lancang menulis kisahmu tanpa izin
Datang hanya saat butuh ataupun kurang perhatian dari kekasihmu , mengapa tak kau jadikan saja aku kekasihmu? Kau tak perlu susah-susah mengais-ngais kerinduanku terhadapmu . Jika pada hakikatnya kau tak pernah merasakan rindu yg dalam sepertiku , rindumu seperti eskrim de ice , datang cuma saat kau ingin , cuma saat kau kehausan perhatian . Mengapa rindumu kepadaku tidak seperti air ? Pasti kau tak bisa hidup jika tak bisa merindukanku sehari saja .
Bisakah aku memanggilmu tak lagi nama tetapi 'sayang' tapi semua orang tau akan hal itu ? Bisakah aku mencantumkan namamu di twitter/bbm/line/wechat/kakaotalk/path/ym/whatsapp ? Kenapa hubungan kita hanya dibataskan hubungan kakak-adik ? Tidak ada syariat Islam yang melarang kitakan? Tidak ada hubungan haram disini , kau tak sedarah denganku , kita sudah saling menyanyangi aku yakin itu .
Aku merasa terlindungi jika berada didekatmu , aku selalu senang saat terlibat percakapan denganmu baik secara tulisan ataupun percakapan . Matamu begitu dalam dan berliku untuk aku telusuri , paru-parumu terlalu kecil untuk menjadikan aku sebagai nafasmu , bibirmu terlalu manis hingga aku tak bisa mengartikan rasa pait disetiap kata-katamu , wajahmu terlalu suci utk aku yang hina ini , dan hatimu terlalu sempit untuk aku masuki .
Aku hidup didunia tidak sendirian loh . Aku banyak mendengar , melihat , dan juga memerhatikan kejadian disekitarku . Aku mulai menyusun banyak pertanyaan . Mengapa aku tak bisa sebahagia pasangan yang tiap bulan merayakan tanggal jadi mereka ? Mengapa aku tak bisa merasakan cinta seperti mereka yang beralas keikhlasan , ketulusan , dan kasih sayang ? Mengapa poto berdua kita tak pernah kau jadikan avatar twittermu/display picturemu ? Mengapa namaku tak pernah kau tulis dibuku kehidupanmu sebagai wanita specialmu bukan wanita selundupanmu ? . Tak perlu kau jawab sedikit pertanyaanku diatas , pasti jawabanmu menggunakan 'karena' , aku tak butuh alasan menggiurmu yang sering memaafkan kemunafikkanmu dan membuatku kembali percaya dengan kelakuan menjijikkanmu yang dengan rapi telah kau tutup dengan gagahnya pesonamu .
'KITA' dipertemukan , inikah takdir atau nasib ? Kusebut ini takdir , karena pertemuanmu denganku tak bisa kuubah lagi . Aku terbiasa akan hadirmu , candamu , senyummu , suaramu , dan yang membuatku bertahan sampai sekarang adalah pesonamu . Aku ingin bercakap-cakap dengan Tuhan , dan ingin mengubah takdirku " aku tak ingin bertemu dengannya , aku hanya ingin bertemu dengan orang seperti dia , wajah seperti dia , pesona seperti dia , cara seperti dia , tapi tidak dengan kemunafikkannya " . Tuhan , salahkah aku jika terlalu mengharapkannya dimasa depanku nanti ? Jika memang dia tak pantas tolong segera tarik aku kepermukaan , aku takut aku akan mati tersesak karena begitu dalam menyelami kehidupannya. Aku takut aku tak bisa menemukan cinta yang lebih pasti dan suci , bukan cinta yang seperti minyak sayur yang semakin nikmat jika digunakan tetapi akan mengakibatkan kematian jika terus dirasakan .
Suaraku memang tak semerdu 'Maudy Ayunda/Raisa* tapi aku hanya ingin kau sediakan telingamu untuk mendengar kata demi kata yang telah kususun dengan hati-hati dan dengan hati. Iya, aku tau kau tidak tuli pasti kau akan menyapa balik saat kupanggil namamu , tapi hatimu yang tak punya telinga untuk mendengar perasaanku , bagaimana mau meaahami ? kesempatan untuk mendengarkanpun tak bisa kau ciptakan . Cobalah mendengarku :) itu saja
Aku tak ingin banyak menuntut , sebagai mana kau tak pernah menuntutku untuk menjadi pasangannmu . Aku hanya ingin kau dengar perasaan ini , 'mungkin' atau 'mudah-mudahan' kau akan mengerti apa itu arti ketulusan . Aku ikhlas dengan perasaan ini , tapi kalau aku ikhlas kenapa aku memohonmu untuk mendengarkanku . Bukankah ikhlas tak butuh imbalan ? Tapi aku benci saat hatiku mulai bergejolak dan pikiranku mulai menuntut . Aku benci saat hati dan pikiran saling tolak-menolak . Sampai kapan aku harus menjadi air yang hanya mengalir tapi tak pernah kau perhatikan? Aku ingin menjadi air yang kau minum sehingga aku bisa mengalir dialiran darah, berdetak didalam jantung , selalu berada didalam tubuh dan menjadi sumber energi . bukan seperti sekarang , air yang kau biarkan mubazir terbuang .
syahdu sekali :)
BalasHapus